Kamis, 07 Januari 2016

Cinta Kasih


















Apa itu Cinta Kasih?
            Kasih adalah suatu perasaan tulus yang ada dalam diri seseorang, yang bahkan hanya diketahui dan dirasakan oleh diri sendiri tanpa sepengetahuan siapa pun.Kasih yang murni adalah suatu perasaan tanpa ada pamrih sedikit pun dari orang lain,karena kasih itu hanya  dia yang merasakannya.Kasih tidak perlu ditunjukan dengan perilaku yang dilakukan hanya untuk diketahui oleh orang lain,supaya orang lain memuji perbuatan kasihnya itu.Misalnya dengan memberi sedekah kepada orang lain tetapi dengan menunjukan jumlah uangnya agar semua orang tahu.Seperti perumpamaan jika tangan kananmu memberi sesuatu,jangan sampai tangan kirimu mengetahui.Kita melakukan suatu kasih tidak perlu sampai orang lain mengetahuinya,walaupun demikian Tuhan akan tetap melihatnya.
           
Ada sebuah cerita, Anak sulung dan anak bungsu.Anak sulung ini adalah anak yang sangat taat pada perintah anaknya,dia tidak pernah membuat ayahnya sakit hati.Apa yang diperintahkan ayahnya,dia tidak akan pernah menolak.Semua sifat anak sulung ini berbeda dengan anak bungsu.Pada suatu hari anak bungsu meminta semua harta bagiannya.Ayahnya pun memberikannya,Si bungsu kemudian pergi ketempat yang jauh dengan hartanya itu.Disana si bungsu berfoya-foya,hingga hartanya itu habis.Tempat itu kemudian dilanda kelaparan.Si bungsu akhirnya pergi dan berusaha mencari pekerjaan.Akhirnya dia mendapatkan pekerjaan,yaitu mengurus makanan hewan.Dia sangat kelaparan,tapi dia tidak mempunyai bekal untuk dimakan,dia menunggu sisa makanan hewan,tetapi tidak ada sedikit pun.Akhirnya dia putuskan untuk kembali ketempat bapaknya,tetapi tidak sebagai anak.Dia ingin menjadi pelayan dirumah bapaknya.Dia kemudian pergi ketempat bapaknya.Dari kejauhan sang bapak telah melihat anaknya yang bungsu.Dia berlari menghampiri anaknya itu.Anak bungsu itu langsung berlutut dihadapan bapaknya dan berkata “Aku tak layak memanggil engkau bapak,ijinkan aku menjadi pelayan dirumahmu”.Bapaknya kemudia berkata “bangunlah anakku,engkau telah mati kini hidup kembali,engkau telah hilang kini telah ditemikan kembali.Bapaknya itu kemudian memanggil semua pelayannya dan memerintahkan untuk mengenakan pakaian yang paling baik dan memilih lembu yang paling baik.Suasana dirumah itu begitu ramai karena pesta itu.Sedangkan sibungsu yang baru pulang dari ladang terkejut dengan suara-suara music itu.Dia memanggil salah satu dari pelayan dan berkata “ada apa?’’
Jawab pelayan “ayahmu membuat pesta  untuk adikmu karena dia telah kembali”.Si sulung marah dan tidak mau masuk kemudian ayahnya keluar dan bertanya “ayo lah anakku kita masuk”!.Tetapi anak sulungnya berkata “telah bertahun-tahun aku melayani bapak,aku tak pernah melanggar perintah bapak,tetapi bapak tak pernah memberi aku seekor lembu pun untuk bersukacita bersama kawan-kawanku.Tetapi telah dating anak bapak yang telah menghabiskan harta bapak,bapak malah melakukan pesta untuk bersuka cita”.Jawab ayahnya,”Nak engkau selalu bersama-sama dengan aku,kepunyaanku adalah kepunyaanmu juga,adikmu telah mati kini hidup kembali,adikmu telah hilang kini ditemukan kembali.Marilah kita masuk untuk bersukacita bersama.
Dari cerita dapat diambil pelajaran,bahwa kita harus tetap mengasihi siapa pun tanpa memandang apa pun.Walaupun dia baik atau pun jahat.Kita mengasihi seseorang harus dengan tulus ikhlas.Misalnya saling membantu sesama kita tanpa adanya rasa menginginkan imbalan apa pun dari orang itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar